Dekat dengan Siswa, SMP Negeri 2 Kusan Hulu Terapkan Sistem Guru Wali
Kepala SMP Negeri 2 Kusan Hulu, Sri Supadmi, menjelaskan bahwa guru wali berbeda dengan wali kelas. Jika wali kelas berfokus pada pengelolaan administrasi kelas, maka guru wali lebih diarahkan untuk memberikan pendampingan pribadi, pembinaan karakter, serta memperhatikan perkembangan non-akademik siswa.
“Kami ingin setiap siswa merasa diperhatikan secara lebih dekat, tidak hanya oleh wali kelas, tetapi juga oleh guru wali yang mendampingi mereka secara personal,” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem guru wali diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua. Dengan jumlah siswa yang didampingi relatif kecil, yakni 13 orang per guru, pendampingan dapat dilakukan lebih intensif dan terarah. Hal ini juga sejalan dengan upaya sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang ramah anak dan berkarakter.
Sejumlah guru menyambut baik program ini karena dianggap membantu mendekatkan hubungan mereka dengan siswa. “Biasanya kami hanya berinteraksi saat mengajar di kelas. Dengan menjadi guru wali, kami bisa lebih mengenal siswa secara pribadi dan membantu mereka menghadapi berbagai tantangan, baik di sekolah maupun di rumah,” kata salah satu guru.
Sementara itu, siswa menyambut antusias sistem baru ini. Mereka merasa lebih nyaman karena memiliki guru wali yang bisa dijadikan tempat bercerita dan berkonsultasi. “Kalau ada masalah, kami tidak bingung lagi harus cerita ke siapa, karena sekarang sudah ada guru wali yang mendampingi,” ujar salah seorang siswa.
Program guru wali ini menjadi langkah baru SMP Negeri 2 Kusan Hulu dalam memperkuat pembinaan karakter peserta didik sekaligus meningkatkan kualitas interaksi antara guru dan siswa. Dengan pembagian tanggung jawab yang merata, diharapkan tidak ada siswa yang merasa terabaikan dalam proses pendampingan di sekolah.
Ryn/IMZO


Posting Komentar